Selama hidupku aku selalu memegang kepercayaan yang telah orang berikan kepadaku. Menurutku memegang kepercayaan adalah salah satu terberat dalam hidupku. Tapi inilah hidup, dengan kepercayaan pula aku bisa hidup bahagia. Aku adalah orang yang percaya karma, entah itu ada atau tidak. Bukan musyrik, tapi dengan berusaha menyadari bahwa karma itu ada dan hidup itu berputar bagai roda, aku bisa menjaga setiap sikap dan kata-kataku, berusaha menempatkan di posisi orang lain. Jadi aku pun nggak asal berbuat. Sekuat-kuatnya aku menjaga setiap langkah dalam hidupku dengan baik, tetap saja aku pun pernah salah. Tapi aku tidak takut meminta maaf kepada siapapun jika memang aku salah. Aku juga pernah dikecewakan oleh orang lain. Kepercayaan yang aku berikan seolah tidak ada artinya. Tapi aku berusaha mengerti, mencoba berpikir positif pasti dia punya alasan untuk mengkhianati kepercayaanku. Inilah hidupku dan aku juga harus tetap tegak dan berjalan hadapi semua masalah, bagaimana pun sakitnya. Bahkan sekarang aku lagi abu-abu, don’t know how i am, where i am & why it’s happen to me ? Bener-bener lagi “lost in my mind”. Aku pun menikmati fase hidup ga jelasku dengan terus bertawakal kepadaNya, minta dikuatkan dan diberikan jalan yang terbaik buat semua masalah-masalahku. Inilah bentuk sayang Allah kepadaku, terus diberikan ujian diantara limpahan kebahagian yang diberikanNya, biar aku selalu ingat bahwa hidupku ada ditanganNya dan aku pun pasrah & ikhlas dengan jalan keluar apapun yang nanti diberikanNya.
Aku selalu bekerja jujur & sesuai dengan prosedur yang ada. Tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiranku, buat tidak jujur, yang ada dalam otak & hatiku, bekerja dengan hati2 & jujur, jangan sampai aku merugikan orang lain. Aku selalu berusaha memegang teguh prinsip yang selama ini selalu aku pegang. Selama ini aku bekerja berdasarkan disposisi & prosedur penanganan masalah sesuai dengan jobdesk-ku. Jika memang aku tidak bisa melaksanakan tugas itu, karena keterbatasanku pasti aku akan berkonsultasi dengan atasan langsungku. Aku tidak pernah berusaha semauku dalam bekerja, karena pekerjaanku menyangkut hajat hidup orang banyak. Pertanggungjawaban atas apa yang aku lakukan dalam bekerja, bukan saja menyangkut nasib orang tertentu, tapi nantinya juga harus aku bertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Terus terang, aku sering kepikiran jika bekerja tidak sesuai dengan hati kecilku. Rasanya seperti membohongi diri sendiri. Apalagi sampai melakukan kecurangan, MasyaAllah…aku bahkan tidak sanggup melakukan itu.