.:: life, love and friendship ::.











{January 7, 2009}   Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Awal bulan Muharram 1430 H jatuh di awal bulan Janurari 2009. Sebuah kebetulan yang baik di tahun yang baru saja kita mulai, untuk menjadi manusia yang lebih baik di dunia dan akhirat. Memang tidak mudah untuk bisa istiqomah di jalan Allah. Tapi setidaknya kita berusaha sekuat kita dengan baik dulu, urusan ibadah kita sempurna atau tidak, istiqomah atau tidak, itu hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Apa salahnya kita mencoba, betul tidak ? :P .Tahun baru masehi selalu diisi dengan tiup terompet, pesta besar-besaran, bakar-bakar ikan plus jagung, kembang api di mana-mana, panggung yang diisi band terkenal. Kita sering lupa bulan Muharram juga perlu bukan hanya hanya diingat, tapi hendaknya kita isi dengan sesuatu yang bermanfaat untuk bekal kita di akhirat. Bukan dengan pesta besar, bukan dengan kemeriahan duniawi. Tapi dengan usaha kita untuk intropeksi diri dan selalu mengingat Allah, dengan beribadah padaNya, berdoa untuk tahun baru yang akan kita lalui agar selalu berada di jalan Allah dan mendapat ridlo Allah.

Banyak artikel yang menulis tentang keutamaan bulan Muharram. Beberapa diantaranya berusaha saya rangkum dalam tulisan saya, mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan.

Hadits yang meriwayatkan tentang puasa di bulan Muharram atau puasa Asyura’

Ulama Ahlussunnah sepakat bahwa pada hari 10 Muharram disyari’atkan untuk berpuasa. Ibnu Abbas mencerita-kan :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura’ ( tanggal 10 Muharram), maka beliau bertanya: “Hari apakah ini?” Mereka menjawab: “Ini adalah hari yang baik. Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa shallallahu ‘alaihi wasallam  berpuasa pada hari itu karena syukur kepada Allah. Dan kami berpuasa pada hari itu untuk mengagungkannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: “Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian”, maka Nabi berpuasa Asyura’ dan memerintahkan puasanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Para sahabat berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Ya Rasulullah, sesung-guhnya Asyura’ itu hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: “Tahun depan insya Allah kita akan puasa (juga) pada hari yang kesembilan.” (HR. Muslim (1134) dari Ibnu Abbas).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari jalur lain, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Berpuasalah pada hari Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi itu, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (Fathul Bari, 4/245). Imam Syafi’i juga meriwayatkan hadits di atas, makanya beliau di dalam kitab Al-Um dan Al-Imla’ menyatakan kesunnahan puasa tiga kali tanggal 8, 9 dan 10 Muharram. (Al-Ibda’, Ali Mahfudz hal. 149, Fathul Bari 4/246).

Beberapa artikel menyebutkan secara umum pilihan pelaksanaan puasa Muharram :

  1. Berpuasa tiga hari, satu hari sebelum dan satu hari sesudah tanggal 10 Muharram, yaitu tanggal 9,10 dan 11 Muharram
  2. Berpuasa dua hari, pada 10 Muharram dan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya yaitu tanggal 9, 10 Muharram atau 10, 11 Muharram
  3. Berpuasa tiga hari pada tanggal 8, 9 dan 10 Muharram

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya tentang puasa Asyura’, maka beliau menjawab:

“Ia menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim (1162), Ahmad 5/296, 297).

Karena itu, pantas jika Ibnu Abbas menyatakan : “Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura’) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari (2006), Muslim (1132)).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda :
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah yang bernama Muharram. (HR. Muslim,1163).

Dari semua artikel yang saya baca, ada satu hal yang hendaknya kita ingat selama melaksanakan ibadah puasa sunnah

Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu berkata :Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kamu berpuasa, jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa.”

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semuanya :) .

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18)

(Dari berbagai sumber antara lain : http://www.van.9f.com/asyuro.htm, http://www.pangerans.multiply.com)



{December 10, 2008}   Bapak

Pagi ini aku bloging, ga sengaja nemu tulisan seseorang (aku lupa nama blognya dan penulisnya), menulis tentang rasa penyesalannya tentang suatu hal yang telah dilakukan pada Ayahnya. Aku jadi teringat Bapakku. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Bapak sudah memberiku kehidupan dan ilmu sampai aku bisa menghidupi diri sendiri. Bapak memang hanya manusia biasa, yang ga lepas dari kekurangan. Tapi dibalik semua kekurangannya, Bapak sudah menjadi contoh bagi anak-anaknya. Memang bapak keras, terutama pada aku dan adikku yang dibawahku. Sedang buat adik-adikku yang lain Bapak tidak sekeras dulu saat aku masih kecil.

Kenangan bersama Bapak banyak sekali. Dulu aku pernah ingat punya sepeda roda 3 dan Bapak mendorongku, karena aku belum bisa nginjak pedal sepedanya. Momen itu sampe di foto sama temen bapak, yang juga ibunya temenku :D . Bapak juga orang yang dengan rela mencucikan bajuku ketika aku sakit, padahal anaknya ini udah tuek loh :D . Bapak ga malu tuh. Dari kecil sampe SMP kelas 2, tiap pagi Bapak lah yang menyisir rambutku (rambutku dulu panjang sebahu lebih). Aku pernah di kuncir kuda, kepang sampe ala Usagi ‘Sailor Moon’ Sukino :D . Aku ga suka ala Usagi Sukino, karena aku pasti diledekin temen-temenku. Udah gitu kalo udah siangan dikit udah acak-acakan ga karuan, ditowel-towel sama temenku. Pokoknya males banget bergaya imut ke sekolah. Waktu SD, Bapak yang hanya guru SD ga sanggup beli motor lagi, setelah membangun rumah kami. Jadilah Bapak naik sepeda mini berkeranjang buat mengantarku sekolah. Apalagi, saat itu Ibu sakit keras, biaya pengobatannya yang mahal dan harus bolak-balik masuk rs rekomendasi dokter, Bapak pun merelakan motornya. Saat itu kami sudah ikhlas jika suatu saat Ibu dipanggil Allah. Bapak bahkan bertekad ga nikah lagi demi anak-anaknya. Alhamdulillah….ibu diberikan kesembuhan sampai sekarang bisa sehat menemani anak-anaknya. Kadang aku masih suka nangis kalo ingat masa-masa sulit kami sekeluarga. Ada juga bu guruku, yang juga temen Bapak, sering banget nyindir dan pilih kasih ke aku, karena aku anaknya orang ga punya, ga bakal nyogok dia. Aku bersekolah di sekolah negeri paling baik di kecamatanku. Jadi Bapak dan Ibu bertekad anak-anaknya harus pintar biarpun kami anak Guru SD. Aku berhasil jadi anak rajin, bahkan sampai bisa menjadi juara di berbagai lomba ::smug:: . Adikku jauh lebih pintar dari aku :D . Dia tukang tidur aja bisa pinter, apalagi dia doyan melek :P .

Bapak juga pernah marah besar padaku. Terutama saat aku pacaran dengan cowo pas jaman sekolah SMA. Bapak ga mau aku pacaran. Sense of Belonging-nya buat anak-anak perempuannya besar sekali. Takut kalah saingan kali yah :D . Tapi Bapak juga ga pernah sekalipun menyalahkan aku untuk hidup melajang sampai saat ini. Bahkan jarang Bapak bertanya tentang kapan keinginanku untuk menikah. Saat aku putus cinta Bapak hanya pesan, “kamu harus jaga kesehatan, jaga makanan, jangan stress ya” . Ga pernah sekalipun nanya kenapa aku putus. Padahal aku tau, betapa Bapak kepingin sekali melihatku menikah sebelum beliau pensiun. Tapi Bapak tetep cheerup me. Mungkin Bapak sudah tau versi lengkapnya tentang kisah cintaku dari Ibu. Aku selalu bercerita apapun dengan Ibu.

Bapak orang yang dengan rela berbuat apa saja untuk anak-anaknya. Aku ingat banget perjuangan Bapak mencarikan tiket buat aku dan adikku mudik ke Cepu. Bahkan saat kami sakit atau sedang bingung, Bapak dan Ibu selalu pengen berada di samping anak-anaknya yang ada di rantau. Beberapa bulan yang lalu aku operasi kecil mengambil kutil, dikira bapak dan Ibu aku operasi besar apa gituh. Sampai panik ga nanya dulu, langsung pesen tiket kereta ke Jakarta. Melihat pengorbanan Bapak dan Ibu,kadang aku marah kalo ngelihat adik-adikku ga melihat usaha Bapak untuk bisa menjadi panutan mereka. Sejelek apapun beliau adalah orangtua, yang telah membesarkan kita. Kalau ada sedikit saja kesalahan orangtua kita ke diri anak-anaknya, itu tidak sebanding dengan pengorbanan orangtua membesarkan dan mendidik anak-anaknya dengan baik dan penuh kasih sayang. Sekarang aku sudah mampu memberi sedikit kebahagiaan bagi Bapak. Walopun belum banyak yang aku lakukan. Terutama mencarikan DVD film Laskar Pelangi :D . Bapak suka sekali film Laskar Pelangi. Sabar ya pak, minggu depan kalo anakmu ini ga dihajar lembur, aku cari-in DVD film Laskar Pelangi.



Selamat Idul Fitri 1429 H, Mohon maaf lahir dan batin. Ramadhan sudah kita lewati, lebaran pun sudah kita rasakan, alhamdulillah. Semoga kita diberikan umur panjang agar dapat menikmati indahnya bulan Ramadhan dan kesucian Idul Fitri tahun depan, amin. Nikmatnya lebaran kalau bis apulang kampung. Biarpun harus terlantar di Gambir selama lebih dari 3 jam, karena anjloknya kereta Argo Bromo Anggrek di stasiun Manggarai. Sampai di rumah semua rasa capek, hilang ketemu sama bapak, ibu, adik-adik, mbah kung, sama sepupu-sepupu yang sedang di ‘pulangkan’ terlebih dahulu oleh orang tuanya ke rumahku di Cepu. Jadilah di rumah, ibu setiap hari sibuk dengan menu makanan & memasak buat semua orang. Hebat jadi ibu, pagi-pagi sudah ke pasar, datang dari pasar langsung sibuk buat sarapan, sarapan selesai buat masakan buat siang dan malam.

Setiap lebaran tradisi di rumah, ngumpul semua di rumahku. Karena mbah kung ikut sama orang tuaku. Malam takbiran, sodaraku smuanya pada datang dengan membawa kopor masing-masing & memperebutkan kamar di rumah ibu dan rumah mbah kung. Kalo ga cepet ngebooking kamar, bisa tidur di depan TV. Udah nyamuk banyak, panas, tanpa kipas angin. Wah…ga bisa bayangin tanpa kipas angin tidur di Cepu. Untunglah aku masih punya kamar di Cepu. Setelah Sholat id semuanya sungkem ke orang yang lebih tua, dilanjutkan dengan bagi-bagi duit. I Hate it, since i get work :P . Soalnya yang udah kerja ga dapat jatah, kalo masih kuliah masih dapat :D . Setelah makan pagi, kami pun nyekar di makam mbah yi dan budhe. Habis itu sampe rumah langsung jadi babu. Nyuci semua piring & gelas yang di tinggalkan oleh sepupuku yang tak bertanggung jawab, berlagak jadi tamu, cuma bisa makan doang. Sebel banget kalo mereka serombongan dateng. Kalo sodara yang lain, masih bisa ngerti, pasti bantuin. Entah kenapa itu satu keluarga ga jelas semunya. Ups…jadi ngomongin orang, maap. Aku sebel sih. Ya sudah dimulai dari 0 lagi deh ;) .



{August 29, 2008}   Mudik Oh Mudik

Mudik sudah jadi tradisi seluruh masyarakat perantauan Indonesia dimanapun berada. Bahkan sampe orang Indonesia yang di luar negeri, bela-belain pulang dengan tiket yang ga murah demi ketemu keluarga. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia. Di negara lain kayanya ga ada deh :D . Persiapan mudik dilakukan jauh-jauh hari, bahkan sebelum puasa. Mulai dari beli oleh-oleh, baju lebaran, nuker duit baru buat angpau ke sodara yang kecil, sampe ke acara nyari tiket. Ya begitulah, hal yang terakhir ini sangat menyibukkan sekali, bahkan sampe menguras emosi dan jam tidur loh :| .

Aku mudik ke Cepu, Jawa Tengah. Cepu kota kecil yang kaya minyak & gas bumi, sampe diributin sama negara-negara lain dengan ‘Blok Cepu’-nya. Kereta yang berhenti di Cepu dari Jakarta untuk kelas exe hanya Sembrani dan Gumarang. Ga heran, kalo orang Cepu melakukan apa saja buat dapetin tiket kedua kereta itu. Sebetulnya Cepu juga dilewati bis, tapi ga mau lagi mudik pake bis. Dijamin kusut sampe rumah, puasa batal dan BT coz macet banged. Kalau mau cepet, naik pesawat aja. Tapi usahakan setelah sampe Juanda, udah ada yang jemput atau bareng sodara di Surabaya yang mau pulang kampung. Cepu itu panas, tapi aku rindu nasi pecel dan lontong tahu-nya :D .

Read the rest of this entry »



{July 29, 2008}   Mandi Pertama si Pus

Si pus sejak lahir 2 tahun yang lalu belum pernah di mandi-in. Dia takut banget kalo kena air. Sebetulnya aku, mb di & ima udah pengen mandi-in, tapi karena dia parno masuk kamar mandi, kami jadi berpikir 1000x mau mandi-in si pus. Sabtu kemarin, sehabis ashar, aku sama mb di usil pengen mandi-in si pus :D . Dia udah kotor banget bulunya. Ya gimana ga kotor, mainnya di pasir, campur ma kucing2 kampung yang kotor dan dekil itu hih :| .

Pertama masuk kamar mandi, si pus udah meong-meong kenceng banget. Sempet ngerasa bersalah sih. Tapi dipaksain aja tega, demi kebersihan si pus gitu loh ;) . Waktu di guyur air dikit, si pus udah ketakutan, bahkan sampe ngompol :) ) . Aku ketawa ngakak sama mb di, duh pus..pus…kamu kok lucu banget sih. Setelah penuh perjuangan dan bujukan ” tar di kasih whiskas…pus” mandi pertama si pus berlangsung 30 menit. Hasilnya pun memuaskan, si pus wangi strawberry, bulunya keliatan bersih :D . Kita sempet kasihan sama pus, soalnya kan dia lagi hamil muda. Takutnya akibat perbuatan memaksa mandi si pus, janinnya bakal bermasalah. Alhamdulillah sampe sekarang si pus baik2 aja.

Saatnya mengeringkan bulu si pus…dengan hairdyerku!. Eh hla kok, baru 15 menit ngeringin bulu si pus, kok udah mati tuh hairdyer…bahkan rusak O_o. Ya sutralah…demi pus…aku rela deh. Pas ritual bersih2 badan selesai, si pus meong2 minta makan. Dia nagih janjiku mau kasih whiskas hihihi. Si pus emang lucu, biarpun kadang-kadang menjengkelkan kalo bangunin sholat subuh. Kalo aku ga mau bangun cepet sholat subuh dengan meongannya, si pus bakal jilatin tangan ato kakiku, kalo ga bangun juga pasti di gigitin. Dasar nakal! x-( . Pusku sayang :-*



et cetera