.:: life, love and friendship ::.











{August 11, 2009}   Kebaya Part II

Sebenernya pengen banget nulis “Kebaya Part II” ini sejak aku mulai proses menunggu kebayaku jadi, tapi apa daya, lagi menyibukkan diri sendiri, biar ga dibilang magabut…malu ama negara huehue. Jadi setelah proses melelahkan belanja bahan kebaya di Pasar Mayestik, aku memutuskan menjahitkan bahan-bahan kebayaku mulai dari lamaran sampe resepsi ke Pasar Sunan Giri. Kenapa aku memilih menjahitkan semua kebayaku di sana ? Setelah browsing & ask to google,  recommend capeng dari WK menyarankan begitu. Selain sesuai dengan budgetku yang bisa dibilang pas-pasan, kualitas hasil jahitan di sana bagus. Dari comment di blog sampe di forum WK, banyak yang menyarankan ke QZM Boutique Pasar Sunan Giri. Sebenarnya banyak penjahit kebaya bagus di sana, tapi menurut pendapat banyak orang, kualitas & pelayanan di QZM lebih memuaskan dibanding boutique lain yang ada di Pasar Sunan Giri.

Sebelum berangkat aku membawa model kebaya yang akan aku pakai buat akad dan resepsi. Agak ketakutan juga dengan ongkos jahit yang mahal dan kualitas jahitan yang sesuai dengan comment orang di blog. Modalku cuma yakin dalam hati dan bismillah…semua niat baik insyaAllah bakal dimudahkan, amin. Aku berangkat ke QZM bareng sama si Mas dibonceng naik motor kesayangan. Ada kejadian agak menyebalkan bagi mas (tapi untungnya dia ga marah), udah jalan lumayan sampe UKI…sambil ngobrol2, eh ternyata…aku lupa bawa bahan kebaya yang mau dijahitin DZIGH :| . Akhirnya kami pulang lagi ke kosku yang (untungnya) hanya 3 menit dari UKI. Dasar nenek2…yah begini lah aku, sering kumat pikunnya :D .

Sampai di Pasar Sunan Giri, aku ga tau letaknya QZM ! Agak tengsin ngaku ke masku, jadi aku sambil jalan ajah. Padahal disitu kalo hari Minggu lumayan sepi. Cuek aja, tar juga ketemu sendiri.Udah naik ke lantai 1, tetep aja ga tau. Akhirnya aku nanya ke bapak2. Letaknya QZM di belakang (kalo dari arah UNJ) lantai dasar deket parkiran. Hmm..ternyata ga susah nyari QZM. Pas kami datang masih blom ada pengunjung, ternyata QZM baru buka jam 09.00…pas lah prediksiku dari hasil comment di blog, jangan datang pas 11-an, pasti udah rame banget.

Pertama masuk QZM disambut sama Teh Ani (yang banyak disebut2 sama anak2 forum WK). Aku langsung ngasih model kebaya yang aku pengen ke Teh Ani, sambil menjelaskan modifikasi yang aku mau. Sebelum kita mulai jelasin spesifikasi model kebaya kita pengenin, Teh Ani ngejelasin kalo jahit di QZM ga bisa cepet. Buat ngejahit kebaya paling cepet butuh waktu 2 bulan. Dan karena aku jahitnya mepet-mepet waktu lebaran, bahan kebayaku bakal mulai dikerjakan bulan September. Karena jahitan disana udah penuh. Ya sudahlah, daripada aku mesti balik lagi besok2, mendingan sekalian. Teh Ani orangnya kecil, aku pikir cuma si mbak2 yang jaga toko, eh ternyata dia termasuk designernya loh. Sketsa gambarnya bagus banget. Teh Ani emang jago costumizing kebaya…aku nunjukin gambar model kebaya yang aku mau, sambil ngejelasin bla bla ttg modifikasinya…langsung dia gambar di sketsa. Setelah mebuat sketsa model kebaya, dia juga mencatat dengan detil apa aja yang diperlukan dan berapa harga ongkos jahitnya. Dari sketsa itu, kita bisa aja komplain kalo emang ada yang ga jelas, atau kurang cocok. Alhamdulillah..hasil sketsa model kebaya yang digambar Teh Ani sesuai dengan pengenku (semoga).

Read the rest of this entry »



{July 30, 2009}   Kebaya Part 1

Long weekend 2 minggu yang lalu, aku sengaja ga punya rencana liburan kemana-mana. Masih kepikiran urusan buat my big day. Jadi berusaha fokus sama apa aja yang disiapkan, sekalian bantu-bantu ibuku. Jadi ga semuanya dipikirin sama orang rumah. Aku kebagian ngurusin masalah undangan, seserahan & angsul2 buat si mas, cincin, kebaya. Buat seserahan sama angsul2 aku pikir, bisa lah sambil nyicil dikit-dikit tiap jalan pas weekend sama si mas. Yang paling urgent harus segera dibikin itu justru KEBAYA karena proses jahitnya lama buanget.

Setelah browsing berjam-jam di kantor, akhirnya aku putuskan membeli bahan di  Pasar Mayestik. Berdasarkan hasil survey bloging, numpang baca comment di beberapa blog dan www.weddingku.com, plus saran temen-temen yang udah pernah nyoba cari bahan di pasar Mayestik. Aku bener-bener buta masalah bahan kebaya. Aku ga ngerti bedanya brokat, tile atau sutra. Aku anggep aja semua bahan kebaya itu brokat heuheu :D .  makanya, biar ga keliatan bego2 amat, aku dengan semangat 45 nyari nama bahan buat kebaya. hlah daripada diketawain penjualnya, khan ane malu :P .

Prepare peta buat menuju Pasar Mayestik pun sudah disiapkan. Kenapa aku bawa peta ? (secara masku khan orang jakarta, kenapa juga harus bawa peta). Begini, masku itu adalah orang jakarta yang aneh (menurutku), dia beda sama calon adik iparku. Yang paham dan hapal jalan di Jakarta. Masku tipe orang yang gak mau tau kalau dia ga butuh. Jadi daripada aku kesasar dan kita malah repot sendiri, aku selalu nyiapin peta. Proses menuju pasar Mayestik pun ga berlangsung lancar, karena masku sampe muter taman puring 2 kali, karena salah belokan *huff…payah !*.

Akhirnya tiba juga aku dan si mas di pasar Mayestik tepat pukul 10.00 WIB. Lumayan udah rame pas aku ke sana. Keliling-keliling dulu, karena emang aku ga ngerti dimana toko-toko yang banyak di recommend. Eh pas lagi proses survey harga ngelihat tulisan nama toko “Silk Route”. Hua…ini kan nama salah satu toko yang banyak di recommend kan di blog :D . Langsung ngacir ke toko tersebut dengan harapan nemu bahan yang sesuai sama aku :) . Kebetulan pas sampe di Silk Route, mbak pramuniaga nya baiikkk banget. Dia mau susah-susah ngejelasin ke aku yang buta bahan kebaya dan nyocokin bahan  sama model kebaya yang aku mau. Akhirnya setelah ngobrol sama mbaknya dan diskusi sama masku, pilihan bahan baju buat akad :

  • Tulle warna broken white & benang corneli warna emas 3m, harga 175rb/meter (sebelum diskon harganya 250rb/meter)
  • Tulle polos (untuk bahan kerudung & modifikasi kebaya) 2m, harga 15rb/meter
  • Satin warna broken white (untuk bustier muslim) 1.5m, harga 15rb/meter
  • Kain batik motif Sido Mukti 100rb @ potong.

Huff…pas dihitung-hitung lumayan juga neh harga total baju buat akad. Untunglah, masku baik hati, alhmadulillah…dia semua yang menanggung pembayaran bahan kain buat acara akad pernikahanku, hip hip huray huray.

Read the rest of this entry »



{July 7, 2009}   Pilihanku

Beberapa malam ini, aku sering insomnia, ga tenang banget tidur malem, selalu mimpi buruk. Padahal udah wudlu dan berdoa sebelum tidur, tetep ajah penyakit lamaku kambuh. Memang otakku saat ini complicated dengan semua hal tentang blacklist kerjaan si ibu congkak. Daripada bengong stres sendiri, dengerin MP3 dari speaker multifungsiku. Ada satu lagu yang mengena semalem, lagu Maliq D’Essential yang judulnya Pilihanku . Aku hanya ingat reff nya doang, kira-kira kalo ga salah kaya gini :

Maukah kau ‘tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata

Oh, izinkan aku memilikimu, mengasihimu
Menjagamu, menyayangimu
Memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan
Selama aku mampu aku akan berusaha
Mewujudkan semua impian dan harapan
‘tuk menjadi kenyataan

Reaksi pertamaku, langsung senyum-senyum, ingat siapa yang pernah nyanyi-in lagu ini kalo aku lagi ngambek berat. Iyah sapa lagih kalo bukan si Mas, calon Hubby-ku (InsyaAllah). Sering ngeBTin emang satu orang itu, banyak hal yang “nggak banget” di dia, tapi di situ lah letak kelebihan si Mas. Jodoh memang ga bisa direncanakan oleh manusia. Sekuat kita berusaha mempertahankan satu hubungan, kalo memang Allah belum ridlo, yah ga akan juga dia menjadi soulmate happily ever after.

Diantara banyaknya cobaan dan ujian yang aku hadapi, Mas adalah berkah bagiku, aku bersyukur dia ada di saat aku benar-benar membutuhkan seseorang untuk berbagi semua isi otakku. Saat aku putus asa dengan semua hal tentang pernikahan, dia menawarkan sebuah konsep pernikahan, yang berlandaskan komitmen kejujuran dan kepercayaan, bukan hanya cinta. Aku tau, Mas juga pernah salah, pernah juga membuat aku sedikit tercabik-cabik. Tapi manusia pasti ingin berubah, menjadi lebih baik, demi orang yang dicintainya. Jujur, pada saat menerima tawarannya menjadi calon istrinya, aku belum mencintainya.  Aku berusaha mencintainya, satu paket, semua kekurangan dan kelebihannya sampai saat ini.

Read the rest of this entry »



{April 13, 2009}   Berdamai Dengan Masa Lalu

Bulan november tahun kemarin, Jakarta masih ga jelas cuacanya, panas-hujan bergantian. Cuaca yang acak-acakan sama seperti hatiku setelah mengambil keputusan terbesar dalam hidupku. Aku juga masih sibuk-sibuknya nemenin adeknya My X-Man buat daftar CPNS. Waktu itu juga, aku memutuskan untuk berpisah dari My X-Man. Berat memang, tapi alhamdulillah…aku masih bisa melewatinya dengan semua kewarasan otakku. Aku menganggap keluarga My X-Man seperti keluargaku juga, sampai sekarang aku tetap menjaga silaturahmi ini dengan baik. Aku sudah mengubur semua ketidaknyamanan dan sakit hatiku. Yang ada sekarang hanya rasa bahagia masih bisa berteman baik dengan My X-Man, walaupun itu pasti sulit, apalagi aku yang sekarang sudah memutuskan mempunyai komitmen serius dengan Masku. Dua laki-laki yang aku kenal baik dan mereka sangat menghargai keberadaan satu sama lain di hatiku. Itu yang bisa membuatku sedikit tenang. Setidaknya aku selalu jujur dengan keduanya, bagaimana posisi keduanya di hatiku sampai sekarang.

Pernah pada suatu saat, aku kangen dengan My X-Man. Sampai sekarang, aku juga masih chatting, kadang juga masih sms dan beberapa kali pernah aku telpon dia. Ga tau sampe kapan aku begini. Yang kadang buat aku merasa bersalah, Masku ga pernah marah saat tau aku masih menyayangi My X-Man. Dia terlalu baik buatku. Walaupun aku dulu pernah disakiti sama Masku, tapi aku ga mau menyakiti dia, dengan alasan apapun. Apalagi aku sudah berkomitmen sama dia. Aku juga berusaha keras untuk bisa mencintainya, apa adanya dia, satu paket lengkap dengan kelebihan sekaligus kekurangannya. Aku ga mau dibandingkan dengan orang lain. Aku pun berusaha ga membandingkan Masku dengan My X-Man. Mereka dua orang yang berbeda, punya cara berbeda juga. Satu kesamaan mereka, sangat menyayangiku, sampai mereka mau berkorban perasaannya, menghormati posisi masing-masing di hatiku, demi kebaikanku, tanpa protes.

Read the rest of this entry »



{March 13, 2009}   Pria ‘Not Responding’

Not Responding, sering banget kita alami saat membuka aplikasi, trus tiba2 ngehang entah sebabnya apa. Menghadapi sesuatu yang not responding, ngehang, ga ada reaksi sama sekali memang menjengkelkan, terutama ini berkaitan dengan laki-laki alias cowo yang punya kebiasaan ‘not responding‘ . Dan akhirnya jalan keluarnya menghadapi mereka adalah cuma satu, bantai dengan cara paksa, tekan Cltr+Alt+Del…selesai!. Hal ini nyatanya juga pengen aku lakukan saat memaksa suatu hal yang ga pernah aku pengen ada di otak atau hatiku. Kontrol diri sendiri, buat ngejaga aku biar ga jadi ‘mayat hidup’ lagi. Ketika ada hal yg not responding, aku maunya di-close aja, tanpa perlu tau alasannya, udah lah…semuanya sudah stuck ketika sudah sampe keadaan ‘not responding‘ . Tapi nyatanya sistem hati dan otakku tidak menghendaki sesuatu yang not responding itu di-close langsung, tanpa tau alasannya. Hlah buat apa lagi tau alasannya ? Tar kalo tau, ujung2nya aku sakit hati lagi, merasa jadi manusia paling ugly ducky dan pathetic, itu kesalahan ga banget yang ga mau aku ulangi.  Tidak menyenangkan, bikin hati gemruduk ga karuan, gondok akut.

Pria not responding ini, akhirnya aku singkirkan dari hidupku. Demi kebaikan masa depanku, demi kebaikan hati dan jiwaku sendiri, demi semua hal yang telah aku perjuangkan dalam hidupku sendiri hingga menjadi stabil dan survive. Memang berat pada awalnya, tapi buat apa juga, ga guna sama sekali. Sedangkan di depan mataku, ada pria yang benar2 mau menerimaku apa adanya, walaupun dia pernah juga membuat kesalahan. Tapi paling tidak, dia berusaha memperbaiki, dan progresnya bagus. Yah, aku juga harus menghargai perjuangannya seklaigus memaafkannya. Dia lebih memilihku, dia juga banyak dapat tekanan saat memutuskan untuk memilihku dan punya niat baik dunia akhirat bersamaku.

Read the rest of this entry »



et cetera