.:: life, love and friendship ::.











{July 31, 2006}   Sahabat

Malam ini, hawa dingin mulai kerasa menusuk kulitku. Kurapatkan jaket ke tubuhku, melawan udara malam ini. Tak ada yang aku lakukan di kamar ini, hanya duduk, tak tau mau berbuat apa. Kosong, otakku benar-benar kosong. Termenung di depan TV yang menyajikan acara garing, membuat anganku melayang hingga kutemukan satu wajah seseorang, kamu. Entah kenapa aku resah, saat wajahmu muncul. Bukan perasaan rindu sebagai kekasih yang aku rasakan saat wajahmu melintas di anganku, karena aku bukan kekasihmu. Aku hanya sahabatmu, tidak lebih. HPku berbunyi, “ada sms masuk” gumamku. Phew, ternyata keresahanku terjawab, ada yang ingin kamu bicarakan denganku. Read the rest of this entry »



{March 28, 2006}   Aku dan Kamu

Malam ini udara dingin mulai menusuk tulangku. Aku merapatkan jaket
yang membungkus tubuhku. Kita duduk di teras rumahku, sibuk dengan
pikiran masing-masing. Aku melihatmu terdiam, matamu menerawang entah
apa yang kamu pikirkan. Kita masih terdiam membisu, tak ada satu pun
yang terucap memecah kebekuan. Lidah ini terlalu kelu untuk mengatakan
sebuah rangkaian kata. Aku merasa kapal yang kita tumpangi oleng oleh
badai besar yang tiba-tiba datang, beberapa detik lagi kapal ini akan
karam dan aku ga mau itu terjadi. Seandainya aku bisa memutar kembali
waktu yang kita jalani bersama, kenangan itu terlalu indah tertulis
dalam hatiku. Dadaku sesak mengingat semua tentang kita, air mata ini
mulai mendesak keluar dari pelupuk mataku. Read the rest of this entry »



{February 14, 2006}   Sebuah Monolog

HP-ku berbunyi, aku melihat sekilas di LCD caller id, hmm. Hai…sapamu ceria di seberang. Aku rindu padamu, jerit hati kecilku. Dag..dig…dug..kenceng amat sih bunyi debaran jantungku,aku mecoba menormalkan suaraku yg mulai aga2 kacau dan ga jelas. Kita mulai berbasa-basi sekedar menanyakan kabar masing2. Lalu tiba2 pengakuan yg tidak pernah aku duga meluncur dgn indahnya dr bibirmu, menggoreskan luka di hatiku, dan episode sedih itu pun dimulai.

Read the rest of this entry »



et cetera