Not Responding, sering banget kita alami saat membuka aplikasi, trus tiba2 ngehang entah sebabnya apa. Menghadapi sesuatu yang not responding, ngehang, ga ada reaksi sama sekali memang menjengkelkan, terutama ini berkaitan dengan laki-laki alias cowo yang punya kebiasaan ‘not responding‘ . Dan akhirnya jalan keluarnya menghadapi mereka adalah cuma satu, bantai dengan cara paksa, tekan Cltr+Alt+Del…selesai!. Hal ini nyatanya juga pengen aku lakukan saat memaksa suatu hal yang ga pernah aku pengen ada di otak atau hatiku. Kontrol diri sendiri, buat ngejaga aku biar ga jadi ‘mayat hidup’ lagi. Ketika ada hal yg not responding, aku maunya di-close aja, tanpa perlu tau alasannya, udah lah…semuanya sudah stuck ketika sudah sampe keadaan ‘not responding‘ . Tapi nyatanya sistem hati dan otakku tidak menghendaki sesuatu yang not responding itu di-close langsung, tanpa tau alasannya. Hlah buat apa lagi tau alasannya ? Tar kalo tau, ujung2nya aku sakit hati lagi, merasa jadi manusia paling ugly ducky dan pathetic, itu kesalahan ga banget yang ga mau aku ulangi. Tidak menyenangkan, bikin hati gemruduk ga karuan, gondok akut.
Pria not responding ini, akhirnya aku singkirkan dari hidupku. Demi kebaikan masa depanku, demi kebaikan hati dan jiwaku sendiri, demi semua hal yang telah aku perjuangkan dalam hidupku sendiri hingga menjadi stabil dan survive. Memang berat pada awalnya, tapi buat apa juga, ga guna sama sekali. Sedangkan di depan mataku, ada pria yang benar2 mau menerimaku apa adanya, walaupun dia pernah juga membuat kesalahan. Tapi paling tidak, dia berusaha memperbaiki, dan progresnya bagus. Yah, aku juga harus menghargai perjuangannya seklaigus memaafkannya. Dia lebih memilihku, dia juga banyak dapat tekanan saat memutuskan untuk memilihku dan punya niat baik dunia akhirat bersamaku.
Ada 2 pria not responding yang kemarin aku hadapi, mantan pacarku dan pria 98 . Mantan pacarku udah not responding akut buanget, jadi itu sudah aku coret sejak awal tahun ini. Capek juga menghadapi pria egois, ga mau ngerti perasaan orang lain, omong gede pula! Sedangkan pria 98, dia memang baru aku kenal, sebulan yang lalu. Jadi blom banyak kenangan lah sama dia. Cuma yang sayangkan, saat aku mulai membuka hati untuk dia, acara gantung menggantung pun dimulai. Ga ada respon setelah proses dealing kedua antara kita, gagal. Aku memang niatnya kenal sama dia buat serius, ga cuma have fun. Saat deal pertama, aku masih bisa menerima dia, begitu juga sebaliknya. Kami masih bisa lah memperjuangkan dan lebih mengerti masing2 demi komitmen yang kami buat. Tapi saat aku berusaha, dia malah ‘not responding’, sama sekali ga bergerak, bahkan kesannya ignore gituh. Ya sudah, aku give up, ngapain juga diperjuangkan kalo si pria nya adem aja, malah ngegantung. Delete semua no hp-nya, ga perlu komunikasi lagi. Dan bagusnya juga dia sepertinya sampe hari ini ga memerlukan komunikasi denganku, setelah email dan sms ‘give up‘-ku menghadapi dia.
Pada akhirnya, kita memang hanya memerlukan kepercayaan penuh, pengertian, kesabaran dan ketulusan menerima pasangan apa adanya dalam satu paket, untuk sebuah hubungan yang serius (menikah). Lebih baik jadi wanita yang dicintai daripada jadi wanita yang terlalu mencintai pria ‘not responding‘. Asli, ga pake bohong, pada keadaan berhadapan dengan pria ‘not responding‘, yang ada hanya rasa capek, stres, bingung pengen nggebok plus nampol. Makanya, lepaskanlah semua beban hidup pelan2, urai semua benang kusut masalah hidup dengan sabar, pasti akan nemu ujungnya. Tidak ada hal yang tidak mungkin, saat kita berusaha dan terus berdoa pada Allah minta diberikan kekuatan dan petunjuk jalan yang terbaik. Memang saat memutuskan memilih, itu hal yang paling berat. Semoga saja, keputusan yang aku ambil sekarang, bisa aku pertanggungjawabkan dan aku jaga. Bismillah…semoga semuanya bisa berjalan lancar sesuai dengan rencana, amin.