.:: life, love and friendship ::.











{March 23, 2009}   In Between

Senin, awal minggu, awal dimulainya semua kesibukan yang membosankan. Tapi mau tidak mau aku harus melakukannnya, demi sebuah kewajiban, demi sebuah kelayakan hidup hehe. Seperti biasa, saat aku mulai jenuh kerja, mulai baca status orang. Lucu memang baca status orang di YM atau di FB, kayak dapet gosip gratis dari yang punya badan langsung huehue. Pas baca  statusnya my x-man, agak sedikit bertanya-tanya dalam hati,  tumben hari ini dia ga pasang status yang aneh-aneh seperti kemarin. Dia cuma pasang link liriknya lagunya Linkin Park yang judulnya “In Between”. Ini dia liriknya

Let me apologize to begin with
Let me apologize for what I’m about to say

But trying to be genuine was harder than it seemed
And somehow I got caught up in between

Let me apologize to begin with
Let me apologize for what I’m about to say

But trying to be someone else was harder than it seemed
And somehow I got caught up in between

[Chorus]
Between my pride and my promise
Between my lies and how the truth gets in the way

And things I want to say to you get lost before they come
The only thing that’s worse than one is none
[End Chorus]

Let me apologize to begin with
Let me apologize for what I’m about to say

But trying to regain your trust was harder than it seemed
And somehow I got caught up in between

[Chorus]
Between my pride and my promise
Between my lies and how the truth gets in the way

The things I want to say to you get lost before they come
The only thing that’s worse than one is none
The only thing that’s worse than one is none
[End Chorus]

And I cannot explain to you
And anything I say or do or plan

Fear is not afraid of you
But guilt’s a language you can understand

I cannot explain to you
And anything I say or do
I hope the actions speak the words they can

[Chorus]
For my pride and my promise
For my lies and how the truth gets in the way

The things I want to say to you get lost before they come
The only thing that’s worse than one is

Pride and my promise
Between my lies and how the truth gets in the way

The things I want to say to you get lost before they come
The only thing that’s worse than one is none

Habis dengerin lagunya plus membaca lirik lagu itu, aku sedikit ‘nyesek’. Gimana ga nyesek, liriknya seperti memang ditujukan kepadaku. My X-Man ga bisa ngomong, jadi dia cuma ngasih lirik lagu itu. Sedikit teringat dengan semua kenangan saat bersama dia, baik itu yang menyenangkan ataupun yang buat sakit hati. Apapun itu, dia pernah menjadi bagian terindah dalam hidupku. Manusia memang ga pernah bisa tau jalan hidupnya. Aku dulu selalu merencanakan hidupku, nyatanya…semua hal bisa terjadi diluar kemauan dan kemampuanku. Tapi yah inilah hidupku. Memang ga gampang membuat dia dari otak dan hatiku, hampir separuh umurku aku kenal dia, mencoba mengerti dia, tau apa yang dia mau, membangun mimpi dengan dia. Walopun kenyataannya aku harus melepaskan dia. Sebuah pengorbanan yang sangat sangat penuh dengan pertimbangan dan resiko. Selain kesalahan fatalnya, My X-Man orang yang baik,  dia yang buat aku jadi orang yang tegar dan mandiri. Coba kalo aku ga ngadepin manusia macem dia, manusia keras kepala yang susah banget menerima pendapat orang lain. Dibalik sifatnya yang keras, aku tau, dia pasti sayang sama aku. Thanks to him…for all memories, but since he left from my life, everythings has changed. Dan aku harus move on, demi masa depan yang telah aku perjuangkan, demi keluargaku yang tidak ingin aku buat lagi menangis karena kesalahanku, demi kebahagianku sendiri. Mungkin inilah jalan terbaik buat kami, berjalan terpisah, bukan menjadi pasangan hidup, tapi dia tetap sahabat terbaikku sampai kapanpun, yang menemani saat aku rapuh maupun saat aku tertawa. Semoga dia mau mengerti.



{March 13, 2009}   Pria ‘Not Responding’

Not Responding, sering banget kita alami saat membuka aplikasi, trus tiba2 ngehang entah sebabnya apa. Menghadapi sesuatu yang not responding, ngehang, ga ada reaksi sama sekali memang menjengkelkan, terutama ini berkaitan dengan laki-laki alias cowo yang punya kebiasaan ‘not responding‘ . Dan akhirnya jalan keluarnya menghadapi mereka adalah cuma satu, bantai dengan cara paksa, tekan Cltr+Alt+Del…selesai!. Hal ini nyatanya juga pengen aku lakukan saat memaksa suatu hal yang ga pernah aku pengen ada di otak atau hatiku. Kontrol diri sendiri, buat ngejaga aku biar ga jadi ‘mayat hidup’ lagi. Ketika ada hal yg not responding, aku maunya di-close aja, tanpa perlu tau alasannya, udah lah…semuanya sudah stuck ketika sudah sampe keadaan ‘not responding‘ . Tapi nyatanya sistem hati dan otakku tidak menghendaki sesuatu yang not responding itu di-close langsung, tanpa tau alasannya. Hlah buat apa lagi tau alasannya ? Tar kalo tau, ujung2nya aku sakit hati lagi, merasa jadi manusia paling ugly ducky dan pathetic, itu kesalahan ga banget yang ga mau aku ulangi.  Tidak menyenangkan, bikin hati gemruduk ga karuan, gondok akut.

Pria not responding ini, akhirnya aku singkirkan dari hidupku. Demi kebaikan masa depanku, demi kebaikan hati dan jiwaku sendiri, demi semua hal yang telah aku perjuangkan dalam hidupku sendiri hingga menjadi stabil dan survive. Memang berat pada awalnya, tapi buat apa juga, ga guna sama sekali. Sedangkan di depan mataku, ada pria yang benar2 mau menerimaku apa adanya, walaupun dia pernah juga membuat kesalahan. Tapi paling tidak, dia berusaha memperbaiki, dan progresnya bagus. Yah, aku juga harus menghargai perjuangannya seklaigus memaafkannya. Dia lebih memilihku, dia juga banyak dapat tekanan saat memutuskan untuk memilihku dan punya niat baik dunia akhirat bersamaku.

Read the rest of this entry »



{March 10, 2009}   Too Much Love Will Kill Me

Pagi ini, di antara  kesemrawutan hatiku, aku berangkat ke kantor. Hari ini cerah seperti kemarin, di awal pagi. Tapi siang sudah mulai mendung lageh. Payah emang cuaca Jakarta akhir-akhir ini. Hari aku presentasi….testing program baru, yang blom teruji klinis di depan pejabat instansi lain. Bawaan udah deg2an ga karu-karuan. Agak nervous juga ngadepin bos2.Takut aplikasi ga jalan lah, errornya muncul tanpa sebab lagi dll. Alhamdulillah, presentasinya ga jadi…horee…entah sampe kapan ini ditunda. Tapi paling nggak aku udah bisa sedikit bernafas buat selasa yang super duper menyesakkan hati.

Baru sampe kantor, kegiatan harianku yang paling utama begitu komputer nyala adalah Facebooking :D . Melihat sebentar status teman2, comment ke status orang, confirm notification dan tentunya mengirim email ke beberapa orang. Termasuk kirim email ke satu orang yang udah ga muncul di hidupku seminggu terakhir ini, cuma pengen nanya kabar aja, ga berusaha menanyakan hal lain yang sebetulnya pengen aku tanyakan dari kemarin. Udahlah…kalo dia nyadar juga bakal ‘bangkit dari hiatus panjangnya’. Jum’at ini batas waktuku buat dia. Sampe jum’at minggu ini dia ga ada kabar ya sudah, berarti keputusan udah diambil, dia telah keluar dari hidupku. Berat mungkin, tapi gpp lah…sebelum banyak kenangan, sebelum semuanya bertambah rumit untuk diselesaikan. I can’t play on broken string !

Belum selesai, keruwen hari ini, lihat status mantanku di ym & fb, kok ya agak sedkit ‘menampar’ hati dan mukaku. Yeah…intinya dia sakit hati dan nganggep aku matre. Sebodo lah sama apapun yang dipikirkan satu orang yang tak bertanggung jawab itu. Harusnya aku yang marah, harusnya aku yang sakit hati, harusnya juga aku yang pengen mengeluarkan semua kebun binatang yang ada di otakku yang semakin jlimet ini. Tapi aku hanya diam, berharap suatu saat rasa sakit hatinya bisa hilang, berganti dengan sebuah pengertian dan kesadaran. Aku sudah 4 tahun nunggu dia, lepas dari ketidakpastian masa depannya. Terhitung mulai dari aku lulus 4 tahun lalu sampai sekarang dia masih sama acak2an kaya dulu. Blom kerja tetap, ga lulus kuliah (bahkan aku dengar dia DO), egois dan mau menang sendiri tanpa perduli perasaan orang lain. Duh Gusti, sampai kapan dia jadi orang yang super songong kaya gitu sih ???

Dua orang pria sudah membuatku ribet, satu dari masa lalu, satunya dari masa kini, tapi kelakuannya..phew…masa gitu sih?! Blom selesai penderitaan cintaku sampai di sini, satu pria lagi, yang sudah ada di masa laluku dan sekarang. Sahabatku sendiri, sudah merubah format persahabatan kami menjadi berbeda. Dia memintaku menikah dengannya. OMG menikah dengan  si buaya kadut yang dulu pernah buat aku jadi setengah mayat hidup, sahabatku juga mantan kekasih sahabatku sendiri (bingung kan?), di luar perkiraan dan perhitungan hidupku buanged. Dia akhirnya memutuskan meninggalkan kekasihnya (sahabatku). Dan hal yang paling aku takutkan terjadi, aku dimusuhi sahabatku. Yeah…actually….dia nganggep aku merebut pacarnya. Bwhahaha…salah besar kalo gituh. Pacarnya aja yang nyari pelarian dengan balik lagi ke dia (sahabatku cewe), dan bodohnya dia ga tau itu.  Aku memang sableng, tapi inilah hidupku. Tidak pernah sepi dari pengaruh laki-laki.

Bingung, njlimet, ga tau harus ngapain, bengong ta berdaya. Aku paling males dilibatkan dalam urusan cinta dan penggantungan keputusan. Pengen nonjokin satu-satu pria yang sudah merusak indahnya hidupku. Kenapa coba dulu pas aku jomblo ga ada yg protes, ga ada pula yang berusaha mendekat. Sekarang giliran aku pengen memulai sesuatu dengan orang lain…yaelah…udah deh pada gemruduk dateng kaya laron :D . Sekarang yang aku bisa cuma ngetes semua pria ini, sampe batas mana mereka mau menerimaku dengan segala kesablengan hidupku. Yang paling sabar nunggu, paling ga ngepush aku buat ngejawab ‘iya, aku mau nikah sama kamu’ , paling tau semua ceritaku dengan 2 pria yang lain, paing tau aku apa adanya…tar ta pilih huehue. Semoga saja, jawaban itu segera ada.



et cetera