Awal bulan Muharram 1430 H jatuh di awal bulan Janurari 2009. Sebuah kebetulan yang baik di tahun yang baru saja kita mulai, untuk menjadi manusia yang lebih baik di dunia dan akhirat. Memang tidak mudah untuk bisa istiqomah di jalan Allah. Tapi setidaknya kita berusaha sekuat kita dengan baik dulu, urusan ibadah kita sempurna atau tidak, istiqomah atau tidak, itu hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Apa salahnya kita mencoba, betul tidak ?
.Tahun baru masehi selalu diisi dengan tiup terompet, pesta besar-besaran, bakar-bakar ikan plus jagung, kembang api di mana-mana, panggung yang diisi band terkenal. Kita sering lupa bulan Muharram juga perlu bukan hanya hanya diingat, tapi hendaknya kita isi dengan sesuatu yang bermanfaat untuk bekal kita di akhirat. Bukan dengan pesta besar, bukan dengan kemeriahan duniawi. Tapi dengan usaha kita untuk intropeksi diri dan selalu mengingat Allah, dengan beribadah padaNya, berdoa untuk tahun baru yang akan kita lalui agar selalu berada di jalan Allah dan mendapat ridlo Allah.
Banyak artikel yang menulis tentang keutamaan bulan Muharram. Beberapa diantaranya berusaha saya rangkum dalam tulisan saya, mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan.
Hadits yang meriwayatkan tentang puasa di bulan Muharram atau puasa Asyura’
Ulama Ahlussunnah sepakat bahwa pada hari 10 Muharram disyari’atkan untuk berpuasa. Ibnu Abbas mencerita-kan :
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura’ ( tanggal 10 Muharram), maka beliau bertanya: “Hari apakah ini?” Mereka menjawab: “Ini adalah hari yang baik. Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari itu karena syukur kepada Allah. Dan kami berpuasa pada hari itu untuk mengagungkannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian”, maka Nabi berpuasa Asyura’ dan memerintahkan puasanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Para sahabat berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Ya Rasulullah, sesung-guhnya Asyura’ itu hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tahun depan insya Allah kita akan puasa (juga) pada hari yang kesembilan.” (HR. Muslim (1134) dari Ibnu Abbas).
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari jalur lain, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
“Berpuasalah pada hari Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi itu, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.” (Fathul Bari, 4/245). Imam Syafi’i juga meriwayatkan hadits di atas, makanya beliau di dalam kitab Al-Um dan Al-Imla’ menyatakan kesunnahan puasa tiga kali tanggal 8, 9 dan 10 Muharram. (Al-Ibda’, Ali Mahfudz hal. 149, Fathul Bari 4/246).
Beberapa artikel menyebutkan secara umum pilihan pelaksanaan puasa Muharram :
- Berpuasa tiga hari, satu hari sebelum dan satu hari sesudah tanggal 10 Muharram, yaitu tanggal 9,10 dan 11 Muharram
- Berpuasa dua hari, pada 10 Muharram dan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya yaitu tanggal 9, 10 Muharram atau 10, 11 Muharram
- Berpuasa tiga hari pada tanggal 8, 9 dan 10 Muharram
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya tentang puasa Asyura’, maka beliau menjawab:
“Ia menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (HR. Muslim (1162), Ahmad 5/296, 297).
Karena itu, pantas jika Ibnu Abbas menyatakan : “Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura’) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: Ramadhan).” (HR. Al-Bukhari (2006), Muslim (1132)).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah yang bernama Muharram. (HR. Muslim,1163).
Dari semua artikel yang saya baca, ada satu hal yang hendaknya kita ingat selama melaksanakan ibadah puasa sunnah
Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu berkata :Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kamu berpuasa, jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa.”
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semuanya
.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al Hasyr: 18)
(Dari berbagai sumber antara lain : http://www.van.9f.com/asyuro.htm, http://www.pangerans.multiply.com)