Dulu pas jaman SD ada pepatah basa jawa yang sampe sekarang aku inget (*bapakku sering banget siy ngomong pepatah ini
*), Deso Mowo Toto, Negoro Mowo Coro. Artinya setiap desa punya tatanan sendiri dan setiap negara punya cara yang khas. Hmm..aku memaknai kalimat itu, kita harus menghargai perbedaan yang ada. Di tempat baru segala yang aku temui juga baru. Selain suasana kantor dan temen, sikapku dalam menempatkan dan menyesuaikan dengan lingkungan baru ini pun beda.
Kalo di kantor yang dulu, suasana kantor lebih santai, hubungan antara bos dengan anak buah ga segitu kakunya kaya di tempat baruku yang lebih banyak normatif ‘aneh’ yang banyak useless-nya yang bikin orang males!Tapi itulah “birokrasi” yang masih dijunjung oleh negaraku :S. Sampe ada iklan rokok A-Mild yang menyindir pola kerja sebagian besar orang pemerintahan. Ya ga salah juga ada iklan itu, emang begitu kenyataanya kok
. Rajin atau males gajinya sama kalo jadi orang pemerintahan. Ga kenal yang namanya completion task. Kalo harus menggunakan model kaya begitu, bisa dipastikan mereka yang males bakalan tersingkir, ataupun malah tersingkir hehe. Yang rajin malah banyak kerjaanya, yang males cuma ongkang-ongkang baca koran sambil ngudud, nyebahi banget
.
Aku juga heran ketika suatu ketika menemui ada pegawai senior yang meminta “Jatah” ke yuniornya (kami maksudnya) yang habis dapet tunjangan atau gaji. It’s Big NO NO. Aku ga trima banget dengan kelakuan mereka. Masak cuman bikin daftar penerima tunjangan atau gaji & bagi-in itu duit ke kami, dia minta jatah alias bagian, kampret!? @#%^&*. Harusnya dia malu dengan kelakuannya, tapi ternyata nggak.Owalah pak pembagi tunjangan atau gaji, gimana anakmu bisa pinter, kalo duit yang kamu trima aja hasil palakan?
. Padahal mereka tau juga berapa sih besar gaji atau tunjangan kami yang yunior. Sikap mereka juga ke kami, sebagai yuniornya, seperti tidak mau menerima kami bahkan ada yang tidak percaya dengan kemampuan kami. Walopun ini tidak semua dari mereka berlaku seperti itu. Ya gitu deh sikap mereka yang takut tersingkir karena ketidakmampuan mereka sendiri. Hla ya salahmu to pak,bu,mas,mbak…dadi wong kok GOBLOK MALES pisan
.
Aku melihat hal-hal baru disini cuman bisa bilang “owalah gini toh”. Yah meskipun meras terjepit dengan keadaan baru ini, aku masih bersyukur memiliki temen-temen yang kompak & selalu kasih support disaat aku kesel. Memang aku harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, untuk jangka waktu lama. Yah namanya juga orang kerja, ada nilai plus dan minusnya. Inilah aku dengan pilihanku, aku harus konsekuen dengan apa yang telah aku putuskan. Bless me, 4JJI…