HP-ku berbunyi, aku melihat sekilas di LCD caller id, hmm. Hai…sapamu ceria di seberang. Aku rindu padamu, jerit hati kecilku. Dag..dig…dug..kenceng amat sih bunyi debaran jantungku,aku mecoba menormalkan suaraku yg mulai aga2 kacau dan ga jelas. Kita mulai berbasa-basi sekedar menanyakan kabar masing2. Lalu tiba2 pengakuan yg tidak pernah aku duga meluncur dgn indahnya dr bibirmu, menggoreskan luka di hatiku, dan episode sedih itu pun dimulai.
Aku mencoba mencerna kata2mu, “Aku mencintai Dia“, katamu. Aku linglung, bingung dgn prasaan yg berkecamuk di hatiku. Tak ada satupun kata yg berhasil keluar dari mulutku. Duh, harusnya aku ga pernah mencintaimu, ga pernah membangun perasaan yg salah diatas persahabatan kita. Cintaku tlah membuatku sakit, sangat sakit hingga aku bisa menerima hal yg plg menyakitkan dgn senyuman. Aku kerjapkan mataku…menahan air mata yg udah berusaha menyeruak keluar. Aku menghela napas, mencoba mencai ketenangan diantara gemuruh hatiku.
Aku tau kau mencintai dia yang membuat hatimu bahagia. Dia yg hadir dalam kehidupanmu setelah aku! Cintaku buatmu hanyalah sebuah fatamorgana, dan kau tak pernah tau. Harusnya kau tidak mencintainya, akal sehatku berbicara. Aku tidak pernah berusaha meraihmu atau bahkan meluluhkan hatimu. Aku hanya sesorang yg kau ajak berbagi cerita hidupmu bukan hatimu. Menjadi bagian dalam hidupmu, itu adalah hal terbaik yg pernah aku rasakan saat bersamamu. Adakah kau pernah merasakan arti aku dalam hidupmu?
Kau mengakhiri pembicaraan panjang yg menyiksaku…akhirnya, setelah sekian menit berbicara dgnmu aku menekan perasaan yg bergejolak di dadaku, mencoba ikut bahagia. Klik, kututup HPku, dan suaramu udah ga terdengar lagi. Hanya gema suaramu yang aku dengar di kamarku.
Aku pejamkan mataku, memutar potongan gambar kenangan saat dgnmu. Aku tak tau kapan rasa itu mulai berawal, yang aku rasa itu harus kubunuh sekarang. Sanggupkah aku merubah format yang selama ini aku nikmati. Kehadiranmu sebagai sahabat mampu memberi warna dalam kehidupanku, meskipun kau kekasih orang lain. Saat itu aku masih berharap suatu saat kamu bisa melihat aku, orang yg selama ini menyayangimu.
Ah sudahlah…hentikan semua impian itu, jerit hati kecilku berulang kali. Air mataku mulai menetes, aku tak sanggup menahan terlalu lama. Andai air mata ini bisa menghapus semua kenangan saat bersamamu. Jiwaku lelah, terlalu lelah bahkan. Aku tertidur bersama mimpiku tentangmu. Aku melepaskanmu…dari kisah hidupku sebagai orang yang kucintai, sebagai sahabat kau akan slalu jadi bagian kisah hidupku.
Sayup-sayup aku dengar suara adzan. Aku bangun dr tidurku, kembali ke alam sadarku. Aku pun harus kembali menjalankan kehidupanku, menata ulang semua puing-puing hatiku yang berserakan. Aku tak tau apakah sanggup melupakan semua, mengembalikan hubungan kita seperti saat kita pertama kali bertemu, sebagai sahabat. Biarkan aku menyayangimu sebagai sahabat terbaikku, cinta ga selamanya harus memiliki kan ![]()
tapi memang semua itu pasti sudah ada jalanya masing-masing dan pasti yang terbak adalah yang akan kita lewati entah bersama dengannya atau tidak dengannya
mencintai itu tak harus memiliki aghhh sebenernya sama sekali tidak nyaman dengan pepatah itu. tapi kadang keadaan lah yang menjadikan pepatah itu menjadi benar