Seharusnya aku bangga mempunyai dia. Tapi nggak hari ini
. Aku dibohongi oleh orang yang sangat aku percaya. Dasar gombal mukiyo, nggapleki poll, setan! Barusan aja kemarin aku menanyakan ’sesuatu’ yg saat ini buat aku merasa jadi manusia bodoh. Phew…sakit atinya kagak nahan bo!. Selama ini aku hanya menulis asaku di permukaan air, ga akan kebaca sama dia dan itu pekerjaan yang ga ada gunanya, sempurna! “Bagus, kamu sudah menghancurkan semua mimpi2ku yang seharusnya aku bangun denganmu”, kata hati kecilku.
Ah sudahlah, kalau memang semuanya harus jalan seperti ini mau diapain lagi. Dia yang dulu aku kenal sangat menjunjung tinggi arti sebuah kejujuran, sekarang dia membohongiku! Ah, muak aku dengan segala janji yang dia ucapkan buatku. Sudah sangat lelah aku bersabar, menanti dia berubah. Harusnya memang aku tidak perlu membangun harapan itu.
Mencoba mendamaikan hatiku sendiri, itu yang kulakukan sekarang. Aku tidak pernah menekannya untuk melakukan apa mauku, apa susahnya sih…bilang apa yg sebenarnya terjadi ga usah nutup2in boroknya. Ketika aku tau kalo dia bohong, justru aku yang dipojokkan, aneh kan? Rasane atiku koyo diumbulke nang langit trus dicibloke nang lemah, mak kedebug, trus dinggo keset, dasar kebo!