Beberapa malam ini, aku sering insomnia, ga tenang banget tidur malem, selalu mimpi buruk. Padahal udah wudlu dan berdoa sebelum tidur, tetep ajah penyakit lamaku kambuh. Memang otakku saat ini complicated dengan semua hal tentang blacklist kerjaan si ibu congkak. Daripada bengong stres sendiri, dengerin MP3 dari speaker multifungsiku. Ada satu lagu yang mengena semalem, lagu Maliq D’Essential yang judulnya Pilihanku . Aku hanya ingat reff nya doang, kira-kira kalo ga salah kaya gini :
Maukah kau ‘tuk menjadi pilihanku
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama
Yang slalu ada di saat pagi ku membuka mataOh, izinkan aku memilikimu, mengasihimu
Menjagamu, menyayangimu
Memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan
Selama aku mampu aku akan berusaha
Mewujudkan semua impian dan harapan
‘tuk menjadi kenyataan
Reaksi pertamaku, langsung senyum-senyum, ingat siapa yang pernah nyanyi-in lagu ini kalo aku lagi ngambek berat. Iyah sapa lagih kalo bukan si Mas, calon Hubby-ku (InsyaAllah). Sering ngeBTin emang satu orang itu, banyak hal yang “nggak banget” di dia, tapi di situ lah letak kelebihan si Mas. Jodoh memang ga bisa direncanakan oleh manusia. Sekuat kita berusaha mempertahankan satu hubungan, kalo memang Allah belum ridlo, yah ga akan juga dia menjadi soulmate happily ever after.
Diantara banyaknya cobaan dan ujian yang aku hadapi, Mas adalah berkah bagiku, aku bersyukur dia ada di saat aku benar-benar membutuhkan seseorang untuk berbagi semua isi otakku. Saat aku putus asa dengan semua hal tentang pernikahan, dia menawarkan sebuah konsep pernikahan, yang berlandaskan komitmen kejujuran dan kepercayaan, bukan hanya cinta. Aku tau, Mas juga pernah salah, pernah juga membuat aku sedikit tercabik-cabik. Tapi manusia pasti ingin berubah, menjadi lebih baik, demi orang yang dicintainya. Jujur, pada saat menerima tawarannya menjadi calon istrinya, aku belum mencintainya. Aku berusaha mencintainya, satu paket, semua kekurangan dan kelebihannya sampai saat ini.
.
. Yah biarin aja lah…yang penting bisa dibuka itu pager, dan masku bisa taruh motornya di garasi kosan. Pas masku dateng, saatnya menutup kembali gembok yang sudah di lock sama si bu kosan. Saat itu, masku agak kesusahan juga membuka, tapi alhamdulillah setelah pake feeling, bisa juga dia *mmuuaahh honey bunny*. Eh pas lagi ngobrol di ruang tamu di lantai atas sama si mas dan mbak dian, mas kuncoro temen kosku yang bawa mobil dateng, minta di bukain pagar kos. Dengan cepat, si mas membuka gembok pagar, tanpa masalah.